Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Saturday, March 9, 2013

Jadi ceritanya senin depan gue udah US a.k.a Ujian Sekolah, yang terakhir pula *bercucuran air mata* terus sekarang juga udah sekitar H-36 UN (rajin bgt gaksih ngitungin ginian wkwk). And, time flies fastly, dude...

Terus barusan gue abis baca suatu artikel di zenius.net  dan gue tersentuh sebagai pelajar SMA tingkat akhir. Nih, di artikelnya ditulis gini,
"Di Indonesia kita belajar supaya dapet skill khusus yang nantinya skill khusus ini bisa kita pake buat kerja supaya dapet duit. Singkatnya inti dari pendidikan Indonesia tuh itu. Ternyata yang gue liat di sistem pendidikan luar negeri tuh konsep pendidikan berjenjang. Ada memang jenjang praktis buat mereka yang akhirnya sekedar belajar buat dapet skills practical untuk akhirnya dipake untuk dapet duit. Tapi di top Universities, pendidikannya beda, tujuannya bukan itu. Karena tujuan pendidikan di top Universities ini nantinya menciptakan orang-orang yang emang menciptakan pekerjaan, jadi top leaders, top businessmen, top engineers, top scientists, dll."
"...pendidikan seharusnya menyiapkan orang untuk siap seumur hidup, hidup di dalam suatu kualitas, untuk menciptakan kualitas secara terus menerus dalam 30-50 tahun kehidupan di masa mendatang. Nah, ya kita harus punya dasar yang kuat banget, karena hidup ya sayang aja kalo ga ada misi." 
Disitu dibilang kan kita belajar selama ini buat cari duit. Dan emang bener, fakta. Hidup butuh uang. Entahlah, kenapa gue agak miris ya kalo dibilang belajar untuk cuma cari uang. Padahal seharusnya, ya itu, pendidikan membuat kita lebih mudah siap hidup di dalam suatu kualitas. Kualitas disini mencakup kecerdasan, kreativitas dan karakter. Pada dasarnya sih pasti balik ke pribadi mereka masing-masing tujuan hidupnya apa. Tapi kayaknya hidup itu sayang banget kalo diabisin buat cari uang aja kan ya. #azek

Nah! Disini nih yang bikin gue makin tertarik untuk belajar lebih tentang hidup dan jadi buat gue semakin ingin untuk melalang buana. Wiiii sedaaap:")

Btw, kemarin pendaftaran SNMPTN juga udah ditutup kan, jadi makin semangat dan berharap untuk bisa jadi geologist + mahasiswi UGM. Bismillahirrahmanirrahim, I do wish that on the next 28 May 2013 i'll be the one of those who pass through SNMPTN. And  I really really hope it'll become real! Aaamin! Jadi, siapa pun, orang yang gak sengaja mampir, orang yang sengaja mampir *lah emg ada del*, orang-orangan sawah(?), orang....ya...pokoknya orang dah! (-_-) yang liat tulisan ini, doain della yah! Semoga bisa tercapai:""") Amin amin amin amin amin! Live while we're young!! :)

Tuesday, November 13, 2012

Sorry, I'm a "deaf"


''...Apa kamu udah siap?"


Deg. Deg. 100x deg! "Gue salah denger, gak?" Gue nanya dalam hati.


***
Katanya tuli.. tapi kok bisa denger?

Yak. Alhamdulillah, yah, panca indera gue semuanya berfungsi secara normal, Alhamdulillah yahhh.. *benerin pony-cetar-membahana*

Ini semua berawal dari dialog diatas plus beberapa kejadian beberapa hari yang lalu. Gue dikasih pertanyaan kayak gitu. Nah, entah kenapa,gue sendiri tuh kalo disoroti beberapa pertanyaan yang menyinggung diri sendiri dan well, gue sendiri pasti masih merasa terponjokkan sama pertanyaan itu. Gak kesel sih, cuma rasanya kayak 'dicubit'; sepele, tapi tetep ngerasa sakit. Salah satunya sama pertanyaan diatas. Itu pertanyaan yang paling basic. Juga, pertanyaan yang lebih sentimentil di telinga gue daripada ditanya udah pacar apa belum. Kembali lagi, ditambah lagi gue udah kelas 12. Makin sentimentil pulalah pertanyaan itu di telinga gue. Demi deh, that's the most annoying question I've ever heard.

Emang sih, itu pertanyaan bikin gue mikir ke diri gue sendiri, merefleksikan diri sendiri, sejauh apa lo udah prepare. Gak ada salahnya juga sama pertanyaan tersebut. Sebelum ditanyain kayak gitu sih gue juga ditanyain apa alasan gue memilih pilihan tersebut. Gimana caranya gue bisa memastikan diri gue siap apa belum? Gimana caranya gue jawab pertanyaan itu setelah sekian detik pertanyaan itu dilontarkan? Man, gue bahkan belum mencicipi bagaimana rasanya setelah gue mencapai dan mendapatkan pilihan itu sampe nyata. Sampe nyata. Selain itu, gue rasa emang pilihan gue agak anti-mainstream daripada temen-temen gue.

"Kenapa sih lo selalu membandingkan diri lo sendiri dengan orang lain? Tiap orang kan punya beda-beda ciri khas dan tentunya pilihan yang berbeda pula"

Right. Itu bener banget. Udah sering denger juga sama advice yang kayak gitu. Tapi, berkaitan sama pertanyaan pertama diatas, kenapa gue dipertanyakan seolah-olah gue harus menjadi orang lain dan memilih pilihan yang lain juga disaat gue sudah mulai beradaptasi dengan diri sendiri dan mulai menentukan pilihan? Apa memang guenya yang terlalu sentimentil padahal beliau hanya ingin tahu gue udah siap apa belum?

Apa emang cuma gue aja yang tetep kekeuh dan keras kepala sama pilihan gue meskipun sudah diperlihatkan resiko-resiko apa aja yang bakalan dihadapi?

Setiap orang pasti memilah dan memilih diantara pilihan-pilihan yang sudah tersedia, mereka juga harus memilih pilihan yang terbaik, bukan? Same with me, then. Gue sendiri emang pengen milih pilihan itu ya emang karena worth it to try. Valuable aja menurut gue. So, saya memilih jadi 'tuli' sementara untuk saat ini. Huaah! Bener juga, life is a choice ya? Doakan saya cepet-cepet dapet hidayah sama Yang Maha Kuasa kalau pilihan yang saya ambil memang bener-bener worth it!!! Fyuuuh.

I have a normal hearing ability, but "deaf". For a moment. Ini lebih baik.

Thursday, August 16, 2012

Still Don't Get It

Kayaknya semua orang bilang "There's no place like home."

Yak! Gue setujuuu! :D

Gatau kenapa ya, akhir-akhir liburan ini selalu mager kalo diajak ke luar rumah. Lagi merasa sangat amat comfortable sama rumah. Walaupun sepi, ditambah, kakak udah pindah. Bener-bener deh liburan ini temanya: I can do everything I like. Bener-bener menghayati suasana dan kondisi dirumah. Bener-bener jernih pikiran gue dari hal-hal yang berbau negative. Satu lagi, I feel safe.

Jadi gini, setiap dirumah gue pasti melakukan ritual gue, merenung, whenever I could. Sound strange, ya?

Iya, gue selalu berusaha merenung apa yang telah gue lakukan, apa yang kurang, apa yang salah, apa yang harus dilakukan, apa yang udah berhasil dilakukan. Terlebih lagi, tanggung jawab gue semakin besar karena gue udah jadi siswa tingkat akhir di SMA. Semakin banyaklah  gue harus berusaha dan berdoa. Semakin banyak pula gue merenung. Semakin sering pula gue --literally-- resah. Kalo udah kena situasi gini, gue juga tipikal yang suka berfikir dan berkata dalam hati gini "Kok lo malah berbuat/berfikir kayak gitu sih, Del? Udah tau seharusnya gini." gue juga makin bingung sendiri kalo kayak gini. Gak nemu jawaban. 

Tau sendiri kan, namanya udah kelas 12 pasti di otak lo bukan lagi kayak orang yang mau cari SMA atau SMP. Akhirnya gue share aja ke beberapa orang dan entah kenapa kalo di share secara verbal, respon orang malah gini, "Kok gitu aja dipikirin sih, Del? Slow aja kale!" Asli, kalo direspon gitu kenapa gue malah makin kesel ya. Lah, lagi bingung-bingung malah disuruh gak dipikirin. Gimana bisa gak nemu pemecahan masalah trs suddenly gak mikirin? Dikata kayak masalah orang nyari kutu kali. Makin ngerasa serba salah, makin bingung dan gak nemu jawaban.

Kayaknya cuma berdoa sama nulis disini kali ya jalan pintasnya. At least, otak dan pikiran adem dengan cara gue sendiri. Untung gue masih punya tempat yang bener-bener private kayak disini, disaat-saat kayak gini emang lebih baik 'berlindung' disini. Masalahnya, cara-cara kayak gitu cuma jalan pintas sementara dimana gue seharusnya punya 'jalan' gue beneran sebagai jawaban. Ohiya disaat-saat gue kehabisan mencari jawaban, akhirnya gue baca.Aabis baca-baca di beberapa media buat nyari informasi ternyata gue menyimpulkan: Semakin banyak membaca, semakin banyak pula kita tau bahwa banyak hal yang gak kita ketahui.

Diantara 2 pilihan itu sulit. Jawabannya cuma 2; baik atau buruk. Good or bad, it's only depend on you and how hard you've been fight for it. People say, let time get you the answer. But still, I don't get any answer. So, be patient is the way? How?! I still don't get it!

Tuesday, June 12, 2012

"How many time you're surviving against this 'thing'?"

That question are ruining my mind, here, tonight. I guess that everyone has a reason behind what they've already done. Yup, everyone. Whether it's from their mistakes or their own principle. People mistakes and principles are totally different from each other. However, respect their past and principle is a must. But.. somehow miss-understanding appears and it can't be avoid. Even by yourself, right?

I don't know.. Reject the truth? I'm so enough. No no no. It's like rejecting your own self, kan? Running away is never ever be as an answer. Never. I'm an ex-truth runner. (:p)

"How can you know it's a miss-understanding?" I just feel it.

I don't know.. Sense of sensitiveness. I'm so enough with that-shutting up-like-you-don't-know-kind of feeling. Trying not to lie to yourself but accept the truth.

"It comes from myself, doesn't it?" 

It feels like.. yeah it slaps me thousand times. But, I couldn't find an answer. So, it comes from my self?

"Proving my own self?" Yes. But still useless and doesn't work out. How? How?! Perfect is out far far away. Perfect means 'fairy tales'. I hope and wishing it could like it used to and it supposed to be. But still not finding the answer.

Tired! Hey, isn't that bad? Me wrong? I'm collecting bravery!



Simple, I just want to be happy. No matter what.


Thursday, May 31, 2012

Hari ini, H-4 sebelum Ujian Kenaikan Kelas. Hari ini juga, sekolah gue sengaja ngeliburin murid-muridnya gara-gara kakak senior kelas 3-nya ngadain graduation. I should say this firtsly on this post: Congratulation 48'12 for the 100% passed National Examination! Hope y'll can chase your own dream! I realized, Next year, it's my turn--also all the 48'13-- to fight against National Examination. 100%. It should be.

So today, fix gue dapet waktu luang di weekday ini.
Agenda gue hari ini diniatkan untuk belajar untuk persiapan UAS tanggal 4 Juni 2012 mendatang. Ok it's my gloomy day, honestly. Not only today. Dimana gue harusnya fokus belajar (Pst, nilai gue ancur-ancuran this semester. Gak mungkin kan gue terus-terusan begini? So, study is the answer) tapi pikiran malah kalang kabut. Jadi, intinya ya gak fokus. Hari ini klimaksnya. Semoga ini klimaks yang terakhir.

Perasaan yang memotivasi gue untuk menulis disini lagi adalah: Gue benci saat gue gak fokus, gabut, --seems like I'm the jobless person-- dsb dan gue hanya diem aja? Super NO! Jadi, disaat gue udah gak fokus dan udah gak efisien begini buat belajar, gue mencoba menulis lagi, disini. Gue ngeliat postingan gue sebelum-sebelumnya. Dan..It's really random, ya-_- hehe.

Kali ini, gue mencoba ngeposting yang jelas --biasanya soalnya gak jelas-- Mencoba mengurai-ngurai perasaan lalu dituangkan ke dalam kata demi kata. Suasana yang seperti ini membuat gue selalu mengingat-ingat saat itu. Ya, Mengingat-ingat kembali masa itu. Dengan perasaan yang tercecer.

Gue ingat dengan jelas, masa itu. That era.

Boleh gue bilang adalah masa-masa emas dalam hidup gue. Gue sangat amat  bersyukur bisa ngerasain kebahagiaan tiap harinya, tiap detiknya. Karena mereka semua, yang selalu ngisi hari-hari gue. Dari mereka pula gue belajar banyak hal yang sampe sekarang gue bawa. Gue senang dengan keadaan yang seperti itu. Gue yang bisa nyenengin orang tua sama nilai-nilai gue, Alhamdulillah. Gue yang 'feel free' tiap hari. Gue yang dapet temen deket yang bikin gue nyaman banget. Gue lupa akan hal ini: Hidup itu seperti roda yang selalu berputar.

Dan sekarang sadar, mungkin gue terlena. Now, it's my lowest position. 

Gue belum prepare sama keadaan ini. Gara-gara mungkin terlalu nyaman dengan keadaan yang comfortable banget. Banyak banget ternyata poin-poin yang seharusnya gue ambil, dan gue pegang, tetapi malah gue lepas gitu aja. Jadi yang seharusya gue bisa explore tapi jadi malah stay in the comfort zone. The main mistake are: Not finish what I've started.

Detailnya lagi: Never finish something that I've started if I feel uncomfortable with that

Sebetulnya ini hal-hal yang dulu gue sepelekan, loh. Mulai dari nyepelein gitu, jadinya kebiasaan. Gara-gara gue kebiasaan, kalo gue udah ngerasa uncomfortable, gue tinggalin aja. Gue juga jadi takut sama hal yang menantang. Badly, kebawa ampe sekarang.

Menurut gue sih dulu ini sepele dan ternyata gue sadar, gara-gara gak gak nyelesein apa yang udah gue mulai ini gue lebih cenderung..... bodo amat-an. Cuek lah istilahnya gitu. Selain itu gara-gara ngerasa uncomfortable, jadi gak ngasih feedback apa-apa terhadap orang yang udah ngasih kebaikan ke gue. Buat gue, ngasih kebaikan itu bisa berupa apa aja gak harus benda atau uang. Yang bikin hati gue seneng. Harusnya sih, gue bisa dong ngasih feedback lagi yang bikin mereka seneng. At least, bikin senyum. Terlebih lagi, buat worth moment. Tapi gara-gara udah uncomfortable duluan, gue jadinya ya.. ngehindar aja. Gak peduli kejadian yang udah lalu-lalu.

Ini salah satunya:
He came --> We were so close -->  He said 'it' --> I denied --> We were just stranger. 
Seharusnya polanya:
He came --> We were so close --> he said 'it' --> I denied politely --> We are friend.

Gue gak salah sih men-deny itu. Karena hak gue itu menerima atau menolak, dengan cara yang halus pastinya. Tetapi salahnya adalah, gue gak meluruskannya kembali. Gue diem aja. Membiarkannya dan berfikir seakan-akan lenyap ditelan waktu. Dan dalam kurun waktu 1 tahun itu kami adalah stranger. Tidak, bukan kami. Tapi gue. Gue yang berfikir itu kami adalah stranger. And act like nothing happened between us. Yayaya gue tau ini buruk tapi gue ngerasa gak enakan aja terus malu sama orang tersebut jadi lebih memutuskan menghindar. Karena gue masih memegang prinsip: Never finished what I've started if I feel uncomfortable with that.

Seharusnya, gue bukan menghindar dong. Gue minta maaf dan menjalin pertemanan seperti yang udah terjadi sebelumnya. Haa. Malu sih sebetulnya nulis ini tapi ya.. gak boleh begini terus kan.

Hal yang sama juga terjadi sama dunia akademi gue:
Tahun lalu, kayak di postingan sebelumnya. Gue ikut lomba itu, gue seneng banget. Ya, seneng aja dapet hal baru. Tapi, gara-gara pressure dan segala macem akhirnya gue gak bisa mempertahankan perjuangan gue, akhirnya... hilanglah kesempatan saya. Mungkin belum rejeki. Tapi guenya sendiri yang udah kepalang ngerasa gak comfort segala macem akhirnya belajar gue belum sampe finish dan tidak maksimal. See? Seharusnya gue tau dong kalo emang itu yang gue suka, kenapa gue gak finish it?

2 sampel itu yang akhirnya buat gue sadar, tanpa gue sadari ternyata gue memegang prinsip itu. Sakit emang, ternyata gue udah berbuat, ya, kebodohan. Tapi gue emang manusia yang gak pernah luput dari salah. Dari long posting ini gue hanya mau jujur, ngambil positifnya dan belajar dari sini.
Dari situ gue belajar bahwa:

A good thing never comes afterward unless you fight it, finisih it, reach what's good for you. What's good for you will makes everything comfortable. 
Karena menyesali adalah hal yang tidak berguna dan sia-sia selain itu gue udah tau itu hal yang buruk maka ini adalah saatnya untuk berubah dan meninggalkan prinsip buruk itu. Walaupun gue adalah manusia yang gak pernah luput dari salah bukan berarti gue akan tetap berbuat salah. Kalo udah tau salah, ya diubah. Semua berawal dari sendiri.
Now, apapun yang telah terjadi di kehidupan present gue, insyaAllah I'll finish it until it's good for me and people around me. Fight! Semangat! Hap-hap!


Cheers,
Salam fighter!

Wednesday, May 23, 2012

Untitled

Nowhere. Confused. Why. Fault(s). Stuck. No idea. Running isn't a choice. Shutting up like fool also not a choice. Doing but quite hard to focus. I'm praying. Everyone is looking for peace, isn't it? Ya, everyone. I'm including it.

Sunday, March 25, 2012

That Feeling

That feeling when you hide a ton of feelings and couldn't be told...
That feeling when you keep trusting and someone don't even trust you..
That feeling when you keep moving forward but someone complain..
That feeling when you doing right but someone still complain..
That feeling when you want to say but refused..
That feeling when you want to get focus but something has smashed your mind up..
That feeling when you get tired but all damn things still go on..
That feeling when you realized that you should still hide everything and grow up..
That feeling when you feel all the above..

Would You strengthen me, ya Allah?

Wednesday, April 6, 2011

Yup. I already know the truth. I'm so thanksful and proud eventhough I'm not doing that well. It's my mistake, surely. Okay. Let's try it someday in another opportunities. No matter what, my life still goes on and goes around. I should keep myself strong and face the truth although it's so painful. Even a little of pain still marks on my mind. I keep telling myself that it's the best way. The best way that God shows me to see me better. To see better result. To see the better way I am. I KEEP TELLING MY SELF. KEEP TELLING.  EVEN IT'S SO HARD. 

Tuesday, March 29, 2011

In my mind part III

Sebetulnya ini waktu gue ngerjain tugas. Tapi...apa daya, sedikit males buat gue buat ngerjainnya. #DearTeacher, I'm not a Robo-student. A name that I usually use if any teacher that always give me assignments and other damnly thingy. Ya. Kalo boleh bilang gue capek, tapi gak guna juga buat ngeluh.

Anyway, gue suka banget cerita-cerita. Cerita apa aja. Mulai dari yang penting sampe yang penting banget. Tapi kayaknya sih gak penting-penting amat buat yg lain-_- hehehehe. Sebetulnya gue mau cerita banyakkkkk sama temen-temen deket gue, tapi kayaknya kasian juga ya sama temen-temen gue. Yaaaa soalnya cerita gue juga gak penting-penting amat sih. Dan.....masalahnya pasti itu-itu aja. Jadi gak enak sama temen-temen gue. Takutnya capek dan bosen dengerin cerita gue yang kayaknya sih emang gak penting dan gak jelas. Hehe. Maaf ya temen-temen kalo gue suka cerita-cerita gak jelas, tapi gue bersyukur bgt malah kalo ada yg dengerin. Ngedengerin cerita gue aja gue udah bersyukur bgt. Ya, itu dia gue beralih ke blog aja. deh drpd ngebebanin orang akakkakakka. Nama panggilan sayang gue apa ya buat blog? Kayaknya Bloggy cocok...........tp kok kayak nama anjing? Ok. Ganti. Ah, sudahlah...


Gue sadar kayaknya. Gue kurang terlalu ahli dalam menghadapi pergaulan yang ada. Gaktau cuma perasaan gue apa gimana tapi kayaknya.........gt. Beda bahasan gitu. Ya gak ke semuanya sihhhh. Tp......emang dasarnya guenya aja yg begitu kali yak. Hahahaha. So, I'd better not to say anything. Kalo diturutin ngomong sih kayaknya gue jg gak bakal berenti. Ya, capek juga sih. Mau ngomong sama orang, atau mau komen tentang sesuatu jadi gak jadi ngomong. Takut  orang sakit hati juga sama omongan gue. Hehehe. Gue emang sensitive bgt ya:-) Yang gak gue suka tuh itu tuh, sensitive, minder sama......stress-an. Udah nyoba tenang, tp selalu aja ujung-ujungnya panik. Hehehe udah dibilangin juga sama sahabat2 gue, orang tua, kakak bahkan guru bilang gue begitu. Ya, maklum ya sodara-sodara. Bawaan lahir kayaknya. Akakakakak maklum aja ya.

Ngomong-ngomong, gue gampang maklumin orang. Tapi......kenapa orang gak begitu sama gue? Capek jg cyiiiin selalu begini. Gaktau sih gimana-gimananya orang sama gue tp ngerasa gak adil aja:-) *tusuk cabut* Bukannya egois, tapi gak ada salahnya maafin. Maafin orang aja sama terima apa adanya aja sama orang lain, kalo emang gue mau diterima sama maafin orang lain. Semacem feedback gitu. Abis kayaknya kalo gue ngomong suka gak diperhatiin, kayak ngomong sama tembok. Gue udah sabar bgt. Tp, I've the patience capacity. Please, menghargai sedikit kek.

Semua orang punya prinsip, moto, visi, misi hidup kan? Gue juga gak selalu ngikutin prinsip gue kalo emang prinsip gue 'agak' kurang disenangi orang. Gue maklum. Gue gak boleh maksa juga coy buat orang suka sama gue atau menerima prinsip-prinsip gue. Gue maklum. Tapi kenapa harus begini? Their response are bad. Maybe, there's something wrong on in my decision. Tapi.......yang ada dipikiran gue selalu ''kenapa''? Ya, gue butuh jawaban. Gaktau deh siapa yg bisa jawab juga kayaknya. Wkwkwk. Hak gue bukan sih untuk di''terima''? I feel there's any space. Gaktau apa juga gue.

Gue adalah gue. Gue bukan lo atau kalian. Gue emang masih cari jati diri. Maklum, memasuki fase remaja. Kayak orang bilang. Tapi, gak salah juga kalo gue punya prinsip. Dan prinsip gue akan terus gue pegang. No matter what happen or who you are. Gue harus menjadi orang yang berpendirian yang kuat kalo emang gue gak mau ditindas secara mental/psikis. Nah kan....mulai ngawur deh gue ngomongnya. Ya. Cuma mau ngeluarin unek-unek aja. Gak enak mendem terus:-) hehehe kayaknya gue udah lega juga deh.


Bye!

See ya on next entry:-)

Friday, December 24, 2010

What's happening on my 2010?

2010. Tahun ini bisa diibilang tahun keberkahan bagi gue. Kenapa? Allah S.W.T ngasih gue NEM yang memuaskan. Jauh dari ekspetasi gue:'') Alhamdulillaaaaaaaah! :-) Kedua, gue masuk SMA favorit. Dan banyaaaaaaaak lagi keberkahan-keberkahan yang gak bisa diungkapin saking banyaknya.

Gue bersyukur bgt dapet temen baru yang baik. Tapi, gue bersyukur juga masih bisa bercanda-canda sama temen SMP gue. Gue kangen bgt sama mereka. Hikssss.
Di tahun ini pula, gue ngerasain banyak gejolak hati. Ea. Wuih berat bahasanya. Biasalah, ababil. Abg labil. Akakka-_- tp, it's mean useless for me. Menye-menye gitu ah. Selama masih ada temen knp harus menye-menye? iya gak? Udah, iyain aja biar cepet.

2010. You're so awesome. So sad to leave you out. 2011 will come in and change you. I hope, on next you I'll get better in behaviour, intelligent, love, life, aaand everything about me. I get what I want like I've got this year. Amin. May God blessed all my way:-)